SebuaH Catatan di Suatu MaLam tak Bernama
Friday, March 28th, 2008Waktu menunjukkan pukul 01.10 WIP (Waktu Indonesia bagian Pleburan)
Saya sudah bergegas untuk memasuki dimensi lain namun SMS dari seorang teman membuat otak saya yang sudah hampir over capacity dipenuhi dengan ide2 untuk menulis. Entah menulis apa tapi hasrat untuk menulis itu tiba2 ,muncul dan tak terbendung,,,,
Dia btanya ”bisa ga siyh gw idup tanpa dibayangi masa lalu?”
Pertanyaan yang tidak bisa saya saya jawab dengan lugas karena bukan saya yang berhak untuk mejawabnya,,pertanyaan itu lebih ditujukan untuk dirinya sendiri .dan hanya dia yang tahu jawabannya karena dya yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan hanya dya yang dapat memutuskan arah hidupnya sendiri .
Lalu dy bertanya: “knapa perasaan itu muncuL Lg pada saat org itu tba2 datang kembali?”
Lagi2,, saya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti,, saya hnya memberikan wacana2 seputar pengalaman saya agar dya dapat memutuskan bagaimana dy harus bersikap,, menurut saya,, mungkin saja baginya hanya perasaan sesaat yang ditunggangi oleh rasa penasaran yang amat mendalam karena sebenarnya antara dya dan masa lalunya ada urusan yang belum terselesaikan .
Hahaha .saya bukan pakarnya dalam masalah hubungan antar lawan jenis .
Ganti topik !!
Sudah 2,5 bulan saya tidak mecium aroma khas sebuah rumah mungil di pinggiran kota Bogor,, ikatan yang sudah terjalin dengan sangat kuat antara rumah mungil itu dan tuannya,, menimbulkan kerinduan yang amat mendalam hingga ketika saya menatap foto nya saya hanya bisa terdiam dan menangis,, dsitulah tempat saya seharusnya berada saat ini
.
Orang bilang,, kehidupan sesungguhnya dimulai ketika kita memasuki dunia kerja
. Hah
mungkin saya belum siap menghadapi kehidupan itu
..masih terjebak dalam dunia yang semu namun tidak abstrak,, saya sendiri bingung apakah sebenarnya saya sedang menapak di tanah atau melayang tanpa tujuan yg jelas hingga terbawa angin kesana kemari.
I don’t regret this life I chose for me
But these places and these faces are getting old
Sayangnya saya orang yang ahir2 ni tidak mudah fokus dan pikiran saya gampang bercabang2 sehingga sulit bagi saya berkonsentrasi penuh untuk merealisasikan skala prioritas yang sudah saya buat jauh sebelumnya .saya memang hanya seorang manusia hahahahha alasan yang sangat klise kita tidak mau disalahkan atas apa yang sudah terjadi ..
Hm
….masalah dunia persilatan (percintaan.red)…..
ya….
. So so lah….
Jalani saja apa yang sedang ada di depan,, bukanya saya ngoyo tapi
…..ah entahlah
..
Semuanya masih sangat absurd
..
Hm
……Ada kata2 menarik :
“…cinta butuh dipelihara, bahwa dalam sepak terjangnya yang serba mengejutkan,, cinta ternyata masih butuh mekasisme agar mampu bertahan.karena ccinta iu mengalai.Cinta adalah dia dan kamu.INTERAKSI”
Hm..bagaimana mungkin cinta dapat tumbuh jika interaksinya hanya melalui suatu ruang yang tak berwujud? Apakah cinta itu bisa tetap tumbuh,, saya berharap cinta itu bukan seperti molekul cahaya yang membutuhkan ruang agar dapat berwujud,,
Karena seorang kerabat pernah bilang jika hubungan yang tjalin lebih dari 60 kilometer jaraknya patut dipertanyakan,, hahahahaha mungkin jika yang sedang menjalani telah memiliki ikatan komitmen meraka masih dapat mentolelirnya,, tapi bagaimana dengan kasus saya??? Jangankan komitmen,, bahkan sampai detik ini pun saya tidak tahu apakah dia sebenarnya tau apa yang saya rasakan karena sikapnya yang masih acuh tak acuh dan kami masih mengatasnamakan hubungan kami sebagai dua orang teman yang bahkan kadang tidak setiap hari kami dapat berkomunikasi walopun hanya sekedar bertanya kabar
..
Rupanya otak sudah mulai mengalami kebuntuan,,sebaiknya segera saya akhiri saja sebelum semuanya menjadi kacau hahahaha
ketika kita sdang mengalami kesulitan lalu kita berdoa memohon kepada Tuhan agar kita diberi kemudahan dalam menghadapi kesulitan yang sedang kita alami, apakah Tuhan seketika akan memberikan kita jalan keluar berupa kemudahan tersebut? atau Tuhan menjawab doa kita dengan jalan memberikan KESEMPATAN yang berwujud WAKTU kepada kita agar kita dapat merubah keadaan itu menjadi lebih baik? Silakan pikir baik-baik :-)